Terkait Perobohan Hotel Purajaya
Batam, 29 November 2025.
Majelis Rakyat Kepulauan Riau (MRKR) menerbitkan maklumat keras berisi perlawanan terhadap PT Pasifik Estatindo Perkasa (PEP) dan jaringannya serta Badan Pengusahaan (BP) Batam menyusul perobohan hotel pada 21 Juni 2023. Mereka mengutuk aksi perobohan karena hotel Purajaya merupakan simbol perjuangan pergerakan Melayu dan Kepri.
”Dalam menyikapi, mengawasi, mengkritisi serta mengevaluasi setiap dinamika yang terjadi, khususnya dalam aksi penyerobotan dan perobohan Hotel Purajaya di Batam yang dilakukan PT Pasifik Estatindo Perkasa dan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kami bagian dari masyarakat ‘Melayu Tempatan’ beserta seluruh elemen-elemennya, menyatakan sikap keras,” bunyi Maklumat MRKR mengawali 8 tuntutannya, dikeluarkan Jumat, 29/11/2025.
MRKR dalam menerbitkan maklumat, tampaknya penuh amarah yang didasari pada pelecehan marwah Melayu Kepri, serta perbuatan sewenang-wenang oleh PT PEP dan BP Batam. Kerjasama antara perusahaan PT PEP dengan BP Batam, menurut MRKR merupakan persekongkolan jahat untuk membumi-hanguskan pengusaha Melayu di Batam dan Kepri. Hotel yang dibangun dengan nilai ratusan miliar, kini musnah akibat konspirasi BP Batam dengan pengusaha hitam di Kepri.

Mengapa MRKR mengidentifikasi PT PEP sebagai pengusaha hitam, karena kelompok usaha yang dipimpin oleh Asri alias Akim, Bersama anaknya Bobie Jayanto, serta saudaranya Asman yang kini duduk di DPRD Tanjungpinang, menduduki posisi sebagai Komisaris di konsorsium PT Pasifik. Perusahaan ini juga yang diduga sebagai pemasok terbesar rokok illegal tanpa cukai ke seluruh penjuru Nusantara. Begitu juga dengan impor beras illegal yang dimasukkan dari Vietnam, Thailand dan Philipina.
Cap sebagai pengusaha hitam itu sudah diketahui public di Kepri, namun tampaknya pihak Bea Cukai dan aparat yang berwenang tidak bergeming dengan protes masyarakat. Meski media dan sejumlah pihak berteriak untuk menghentikan peredaran rokok tanpa cukai, dan pemasukan beras ratusan container setiap bulan ke sejumlah wilayah di Sumatera, namun BC dan aparat berwenang lainnya tidak mampu menahan langkah Akim dkk.

Isi Lengkap Maklumat MRKR
Untuk lebih jelasnya, beriku isi lengkap maklumat Majelis Rakyat Kepri: Sikap MRKR Tegas dan Terukur dalam menghadapi pihak-pihak yang memaksakan kehendak serta membuat persengkokolan dan permufakatan jahat dalam pengambilalihan secara paksa Hotel Purajaya di Batam.
Kami Menyatakan:
1. Keberadaan Hotel Purajaya Batam selama ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pergolakan sejarah panjang perjuangan Pembentukan Provinsi Kepri.
2. Hotel Purajaya Batam adalah saksi bisu dan saksi sejarah masa lalu bagi para tokoh pejuang Pembentukan Provinsi Kepri, terutama bagi mereka yang masih hidup sekarang ini.
3. Hotel Purajaya Batam sangat monumental dan historis bagi perjuangan Pembentukan Provinsi Kepri.
4. Hotel Purajaya Batam, di sanalah tempat bertemu, rapat dan mengatur siasat serta strategi dalam menyusun langkah langkah awal perjuangan agar Provinsi Kepri segera terbentuk, apa yang telah dirasakan dan dinikmati sekarang ini.
5. Kami bagian dari sejarah panjang perjuangan pembentukan Provinsi Kepri merasa sangat prihatin, kecewa, bahkan marah kepada PT Pasifik Estatindo Perkasa dan Badan Pengusahaan Batam, karena telah merusak perjuangan dengan melakuan kesewenang-wenangan dan arogan kepada pemilik Hotel Purajaya.
6. Kami akan melakukan perlawanan diawali dengan Petisi Penolakan kepada PT Pasifik Estatindo Perkasa dan BP Batam. Apabila terjadi pengambilan secara paksa terhadap pemilik dari Hotel Purajaya.
7. Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau penuh tantangan, hambatan dan sangat berliku-liku dan untuk mewujudkannya banyak pengorbanan, baik tenaga, pikiran, moril dan bahkan nyawapun telah dipertaruhkan oleh para tokoh-tokoh Pejuang Provinsi Kepri.
8.. Kami siap melakukan dialog dan mediasi kepada semua pihak-pihak yang terlibat dalam pengambilalihan dan penyerobotan Hotel Purajaya.
Demikian kami sampaikan. Semoga menjadi perhatian sungguh-sungguh dari semua pihak.
Bangkitlah!
Majulah! dan…
Jayalah!!
Provinsi Kepulauan Riau!!! (*)
Redaksi.

