Luka Purajaya, Luka Tempatan Yang Bisa Berubah Menjadi Pergerakan Masif di Batam

Oleh: Monica Nathan Bahasa Indonesia lahir dari tanah yang kecil. Sebuah pulau mungil di Tanjungpinang, namanya Pulau Penyengat. Dari pulau itulah Raja Ali Haji menulis Gurindam Dua Belas — kitab moral bangsa. Dari pena dan pikirannya lahir tata bahasa pertama yang menjadi cikal bakal bahasa persatuan Indonesia. Ironisnya, setelah seratus tujuh puluh tahun, tanah kelahiran…

Read More

Kebohongan Publik Ariastuty Sirait di Kasus Dermaga Utara Batuampar (Bagian 2)

Humas yang Blokir Komunikasi Dengan Pers Batam, 22 Oktober 2025. BARU pernah terjadi di dunia ‘public relation,’ seorang Kepala Biro Humas menutup saluran (baca: memblokir komunikasi) dengan pers, yaitu Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, yang di saat proyek Dermaga Utara sedang berjalan dijabat Ariastuty Sirait. Besar kemungkinan tindakan itu dilakukan, karena merasa…

Read More

Kebohongan Publik Ariastuty Sirait di Kasus Dermaga Utara Batuampar (Bagian 1)

Mengapa Penegak Hukum Memilah dan Memilih Tersangka? Batam, 21 Oktober 2028. Menjelang ulang tahun Badan Pengusahaan (BP) Batam ke-54 pada 26 Oktober mendatang, biasanya badan itu selalu merilis publikasi berlebihan tentang Batam. Salah satu publikasi berlebihan dan berisi kebohongan, adalah hoax yang disebar oleh BP Batam tentang Proyek Revitalisasi Kolam Dermaga Utara Terminal Pelabuhan Batuampar…

Read More

Jantung Melayu yang Terlupakan

Saatnya Menuntut Marwah, Menegakkan Hak Istimewa Oleh: Monica Nathan Bahasa Indonesia lahir dari rahim Bahasa Melayu. Dan bahasa Melayu lahir di Pulau Penyengat, tanah suci kecil di Kepulauan Riau. Namun ironinya, di tempat akar bangsa ini tumbuh, Melayu justru semakin tersisih dari panggungnya sendiri. Melayu yang Patuh, Melayu yang Runtuh Budaya Melayu mengalir di mana-mana…

Read More

Buzzer dan Humas Mafia di Batam Mulai Bergerak Massif dan Menghindar Dari Pantauan Pusat

Oleh: Redaksi. Batam, 19 Oktober 2025. BELUM lupa dari ingatan publik, polisi di Kepri berhasil mengungkap sindikat pemalsuan sertifikat tanah dan dokumen di Batam, Tanjungpinang dan Bintan di mana korban tercatat sebanyak 247 orang. Salah satu korban terbesar, yang kini kasusnya masih ditangani oleh aparat penegak hukum (APH) adalah Kasus Hotel Purajaya. Mafia tanah dan…

Read More

Ex Karyawan Merindukan Kembali Bekerja di Hotel Purajaya

Batam, 17 Oktober 2025. Ratusan orang eks karyawan Hotel & Resort Purajaya, Nongsa, Kota Batam, mencetuskan keinginan yang menggebu-gebu untuk bekerja Kembali di hotel dan resort itu. Namun keinginan itu tidak mungkin lagi diwujudkan karena telah dirobohkan oleh PT Pasifik Estatindo Perkasa dan didukung oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Tim Terpadu. ”Saya dan kawan-kawan,…

Read More

Hak Koreksi Ir Nazar Machmud Atas Berita: Kasus Purajaya: ‘Kejahatan Menghapus Histori Pengusaha Melayu Pribumi di Kepri’

Jakarta, 16 Oktober 2025. Saya menghargai kerja media, tapi jurnalisme ada tanggung jawab moral terhadap fakta dan tokoh yang diberitakan. Apalagi menaikkan suatu tulisan seakan-akan tulisan itu seutuhnya adalah tulisan saya yang berjudul: Kasus Purajaya Kejahatan Menghapus Histori Pengusaha Melayu Pribumi di Kepri dengan tautan: https://nusaviral.com/2025/10/15/kasus-purajaya-kejahatan-menghapus-histori-pengusaha-melayu-pribumi-di-kepri/ Selain tulisan itu dipublikasikan tanpa sepengetahuan saya dan juga…

Read More

Ketika Cita-Cita Berdirinya Kepri Diabaikan Pejabat Zaman Now

* Melayu Hanya Sebatas Pelengkap Oleh: Megat Rury Afriansyah Batam, 16 Oktober 2025. Dua dekade lebih telah berlalu sejak Provinsi Kepulauan Riau resmi berdiri pada tahun 2002. Lahir dari semangat juang dan idealisme yang tinggi, Kepri bukan sekadar pemekaran administratif. Ia lahir dari tekad masyarakat kepulauan untuk memiliki rumah besar sendiri—rumah yang mampu menjaga martabat,…

Read More

Kasus Purajaya: Kejahatan Menghapus Histori Pengusaha Melayu Pribumi di Kepri

Bukti Pemerintah Takluk di Bawah Mafia Tanah Jakarta, 15 Oktober 2025. Peristiwa perobohan hotel Purajaya di Batam yang notabenenya adalah hotel penuh historis dalam perjuangan Provinsi Kepulauan Riau milik pengusaha Melayu pribumi, menurut tokoh Melayu Kepri di Jakarta, merupakan upaya menghilangkan jejak pengusaha Melayu di Kepulauan Riau. Tetapi sangat disayangkan, pemerintah tidak dapat bertindak tegas…

Read More